Disaat hatiku merintih..
Aku diam mematung, menatap kosong langit malam. Teringat masalaluku yang pahit, menyakitkan. Berjuta bintang menghiasi langit, rembulan menerangi alam semesta, tersenyum. Menertawakanku. Menertawakan manusia di muka bumi yang bersedih. “Harusnya kau ikut bahagia Alice, seperti bintang dan bulan”. Ucapku dalam hati..
*****
Bulan. Menerangi bumi dimalam hari. Bulan yang Alice rindukan..
“Bagaimana keadaan Bulan, Mawar?” tanyaku sambil mengatur nafas, aku harus berlari ke lantai 2 rumah sakit yang menurutku sangat menakutkan.
Mawar hanya diam, terus menangis tersedu – sedu. Mencengkram tanganku, memelukku erat hingga aku sulit bernafas. Aku tahu apa yang Mawar rasakan, akupun akan melakukan hal yang sama jika aku berada diposisi Mawar. Aku berusaha untuk tidak menangis, aku berusaha untuk menenangkan Mawar disaat hatiku sedih.
------------------