Monday, July 23, 2012

Bulan dan Bintang

Disaat hatiku merintih..

Aku diam mematung, menatap kosong langit malam. Teringat masalaluku yang pahit, menyakitkan. Berjuta bintang menghiasi langit, rembulan menerangi alam semesta, tersenyum. Menertawakanku. Menertawakan manusia di muka bumi yang bersedih. “Harusnya kau ikut bahagia Alice, seperti bintang dan bulan”. Ucapku dalam hati..

*****

Bulan. Menerangi bumi dimalam hari. Bulan yang Alice rindukan..

“Bagaimana keadaan Bulan, Mawar?” tanyaku sambil mengatur nafas, aku harus berlari ke lantai 2 rumah sakit yang menurutku sangat menakutkan.

Mawar hanya diam, terus menangis tersedu – sedu. Mencengkram tanganku, memelukku erat hingga aku sulit bernafas. Aku tahu apa yang Mawar rasakan, akupun akan melakukan hal yang sama jika aku berada diposisi Mawar. Aku berusaha untuk tidak menangis, aku berusaha untuk menenangkan Mawar disaat hatiku sedih.
------------------

Monday, July 2, 2012

Sinopsis Novel Éclair

Seandainya bisa. Aku ingin terbang bersamamu dan burung - burung diatas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon - berbagi éclair. Ditemani matahari dan angin sepoi - sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari - jemarimu. Berbagi rasa dan hangat tubuh - selamanya..

Sayangnya gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik dihari - hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar. Tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu - buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan..

Aku rebah di tanah, memejamkan mata kuat - kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih disini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar - benar tiada?