DAFTAR PEMAIN
Nama Pemain
|
Peran
|
M. Ramdani Sidik
|
Doni (Ayah)
|
Yuana Gita Yanuari
|
Ratna (Ibu)
|
Virgian Kusuma Putra
|
Rio (Anak)
|
Risma Muliawati
|
Lisa
|
Riska Maharani Putri
|
Dewi
|
Ada sebuah keluarga yang awalnya
mereka hidup rukun dan harmonis. Serba berkecukupan, dan memiliki satu orang
anak laki-laki yang berperilaku baik. Namun dalam kehidupan pastilah ada
perselisihan yang mengakibatkan pertengkaran. Pertengkaran tersebut dipicu oleh
kehadiran orang ketiga di kehidupan mereka.
Doni :
(membuka pintu dan duduk di ruang tamu)
Ratna : Pah, capek ya?
Doni : (menatap
Ratna sinis)
Ratna : Kamu kenapa Pah? Mau makan atau
mandi dulu? Makan dulu ya, aku sudah masak
Doni : Tidak usah, aku sudah
kenyang.
Ratna : Ya sudah, aku masakin air untuk
kamu mandi ya?
Doni : Aku mau langsung tidur saja.
(sambil pergi meninggalkan Ratna)
Lisa : Mas,
kamu lebih memilih dia atau aku?.
Doni :
Ya kamu lah.. Memangnya kenapa sayang?
Lisa : Berarti
kamu harus ceraikan dia!
Doni :
Iya, nanti secepatnya aku urus.
Lisa :
Janji ya Mas?
Doni :
Iya aku janji.
Doni dan Lisa terlihat semakin dekat, kemudian Rio melihat
kemesraan mereka berdua.
Di kantor terjadi percakapan antara Dewi dan Lisa.
Dewi :
Lisa, aku ingin berbicara empat mata denganmu!
Lisa :
Ada apa? (jawab Lisa dengan nada ketus)
Dewi :
Aku tahu semua yang kamu lakukan Lisa.
Lisa :
Lakukan? Kamu bicara apa sih?
Dewi :
Kamu jangan pura-pura Sa! apa kamu sudah memikirkan akibat dari perbuatanmu dengan mas Doni?
Lisa :
Aku tahu akibat dari perbuatanku itu, aku tidak akan mundur sebelum dendamku terbalas, aku tidak ingin
melihat lelaki manapun bahagia.
Dewi : Kamu
salah Lisa, semua perbuatan burukmu itu pasti akan ada balasannya. Hentikan, sebelum semuanya terlambat. Aku hanya peduli
padamu.
Lisa :
Ya ya ya terimakasih atas kepedulianmu Dewi, ini hidupku! Urus saja hidupmu sendiri!
Dewi : Aku
tidak bermaksud mencampuri urusanmu.
Lisa :
Lebih baik kamu pergi!
Dewi : Baik
kalau begitu, semua terserah padamu.
(Dewi pun meninggalkan Lisa)
Dengan perubahan sikap suaminya, Ratna
merasakan sedikit kejanggalan dalam rumah tangganya.
Ratna :
Pah, Papa kenapa akhir – akhir ini sikapnya berbeda? Mama salah apa Pah? kan semuanya bisa
dibicarakan dengan baik-baik.
Doni :
Sudahlah tidak usah dibahas, itu urusanku!
Tak lama kemudia datanglah Rio dalam
keadaan mabuk.
Ratna : Rio!
ya Allah! kamu kenapa sayang? Kenapa kamu harus seperti ini nak?
Doni :
Apa yang kamu lakukan Rio?! Dasar kamu anak tidak bisa diatur!
Rio :
Apa Pah? Apa? Papa mau tampar aku? Tampar Pah! Tampar!
Doni :
Kenapa kamu lakukan ini?
Rio :
Papa tanya aku kenapa? Tanya sama diri Papa sendiri! Apa yang Papa lakukan dengan
wanita itu?!
Ratna :
Jadi selama ini Papa khianatin Mama? Kenapa Papa tega? Kenapa Pah?
Tidak lama kemudian Dewi datang.
Dewi :
Mas!
Ratna :
Kamu siapa? Dia siapa lagi Pah?
Dewi :
Aku rekan kantornya mbak.
Ratna :
Mau apa kamu di sini?
Dewi :
Aku tahu apa yang telah terjadi.
Ratna :
Maksud kamu apa?
Dewi : Aku
bukan mau ikut campur urusan keluarga kalian, tapi maaf mas aku ke sini hanya
memberi tahukan satu hal, bahwa Lisa itu bukan wanita baik – baik, dia itu adalah teman
SMA ku dulu, dia wanita tidak benar mas. Dia hanya ingin menghancurkan keluarga mas dan mba.
Sudahlah mas, hentikan. jangan sampai anak
jadi korban, sadar lah mas
Ratna : Oh
Mama faham.
Doni : Tidak
Ma, semua itu tidak seperti yang Mama fikirkan. Papa….
Ratna : Jadi
Papa pilih siapa? Perempuan itu atau Mama dan Rio? Kalau Papa lebih memilih perempuan itu biar kami yang pergi dari sini.
Rio :
Sudah Ma, kita pergi saja dari sini. Papa sudah menyakiti hati Mama. Dia sudah tidak pantas menjadi Papaku.
Tidak lama kemudian Lisa datang,
ternyata Lisa membuntuti Dewi sampai ke rumah mereka.
Lisa :
Dewi! Kamu apa-apaan?!
Doni :
Lisa!
Rio :
Wanita itu yang aku lihat bersama Papa.
Ratna :
Mas, jadi dia yang bernama Lisa?
Lisa :
Ya, aku Lisa.
Dewi :
Kenapa kamu ada di sini?
Lisa :
Mas, kamu sudah janji akan menceraikan dia!
Doni :
Lupakan itu.
Dewi :
Mas, aku tahu kamu menyayangi keluargamu. Kamu harus membuat pilihan.
Doni :
Kamu benar Dewi. Hubungan kita cukup sampai disini Lisa, tolong kau pergi jauh dari
kehidupanku. Aku tidak ingin mengenalmu lagi
.
Dengan penuh penyesalan, Doni pun
menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Ratna.
Doni : Ma,
papa lebih memilih keluarga kita. Maafin Papa Mah, Papa khilaf. Papa tidak akan mengulanginya lagi.
Papa sayang kalian.
"Suamiku Kelilipan Cewek Sebelah" :D
ReplyDeleteSo Long...
ReplyDelete